Di Tengah Kesulitan Ekonomi, Lapas Gunungsitoli Berbagi Kebaikan

Kepedulian Lapas Kelas IIB Gunungsitoli untuk Tukang Becak
Di tengah kondisi ekonomi yang masih belum sepenuhnya pulih, kepedulian dari berbagai pihak bisa menjadi bentuk harapan bagi masyarakat yang sedang menghadapi tantangan. Hal ini terasa jelas di halaman Lapas Kelas IIB Gunungsitoli pada Jumat, 13 Februari 2026. Pada hari itu, sebanyak 20 tukang becak yang biasa mangkal di kawasan pusat Kota Gunungsitoli pulang dengan membawa paket sembako dan wajah yang lebih cerah.
Bantuan sosial yang diberikan oleh Lapas Kelas IIB Gunungsitoli berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan rumah tangga. Bantuan ini diberikan setelah melalui proses pendataan dan verifikasi terhadap para tukang becak. Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Gunungsitoli, Sahat Bangun, melalui Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik), menyampaikan pesan motivasi kepada para penerima bantuan. Ia mengajak mereka untuk tetap semangat dalam bekerja dan tidak menyerah menghadapi tekanan ekonomi.
“Semoga bantuan ini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga. Jangan dilihat dari besar kecilnya, tetapi dari niat kami untuk berbagi dan peduli,” ujarnya.
Bagi para tukang becak, bantuan tersebut bukan sekadar paket sembako. Di tengah penghasilan yang tidak menentu, perhatian seperti ini menjadi penyemangat tersendiri. Salah seorang penerima bantuan, yang sehari-hari mangkal di kawasan pusat Kota Gunungsitoli, mengaku terharu atas kepedulian tersebut.
“Kami sangat bersyukur. Penghasilan kadang cukup, kadang tidak. Bantuan seperti ini sangat membantu untuk kebutuhan dapur di rumah,” tuturnya.
Penerima lainnya juga menyampaikan rasa terima kasih dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut. “Kami merasa diperhatikan. Semoga kebaikan ini dibalas Tuhan,” katanya singkat.
Kegiatan penyaluran bantuan sosial ini berlangsung tertib dan penuh kehangatan. Tidak ada seremoni berlebihan, hanya penyerahan bantuan yang dilakukan secara langsung disertai sapaan hangat dan doa. Setiap penerima mendapatkan bantuan sesuai dengan kebutuhan yang telah ditentukan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Gunungsitoli menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan warga binaan, tetapi juga hadir memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Dengan begitu, lembaga tersebut menunjukkan bahwa kepedulian tidak hanya terbatas pada lingkungan penjara, tetapi juga mencakup masyarakat luas.
Berbagai Manfaat yang Diberikan
- Meningkatkan semangat hidup: Bantuan sosial yang diberikan memberikan dorongan moral bagi para tukang becak yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi.
- Membantu kebutuhan keluarga: Paket sembako yang diberikan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga, terutama di saat penghasilan tidak stabil.
- Membangun hubungan baik: Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antara Lapas dengan masyarakat sekitar.
- Menunjukkan komitmen lembaga: Lapas Kelas IIB Gunungsitoli menunjukkan bahwa lembaga tersebut tidak hanya fokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga peduli terhadap masyarakat luas.
Harapan Masa Depan
Para penerima bantuan berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkala. Dengan adanya bantuan yang rutin, mereka merasa lebih didukung dan memiliki harapan untuk meningkatkan kualitas hidup. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi contoh bahwa lembaga pemerintah dapat menjadi bagian dari solusi atas berbagai masalah sosial yang dihadapi masyarakat.
Dalam rangka memperluas dampak positif dari kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Gunungsitoli juga berencana untuk mengajak partisipasi dari berbagai pihak, seperti organisasi kemasyarakatan dan donatur. Dengan kolaborasi yang lebih luas, bantuan sosial dapat diberikan kepada lebih banyak orang yang membutuhkan.