Operasi Pengungsi di Bandung Jelang Ramadhan, 75 Persen Terjaring Bukan Warga Setempat

Pemerintah Kota Bandung Perketat Pengawasan Ruang Publik Jelang Ramadan 2026
Pemerintah Kota Bandung mulai memperketat pengawasan terhadap ruang publik menjelang bulan suci Ramadan 2026. Dalam operasi senyap yang dilakukan oleh tim gabungan pada Sabtu (14/2/2026) dini hari, sebanyak 79 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) berhasil diamankan dari beberapa titik strategis di jantung kota.
Operasi ini dilakukan oleh dua regu yang bergerak mulai pukul 02.30 WIB, menyisir kawasan seperti Simpang Lima, Jalan Suniaraja, Jalan Asia Afrika, hingga area Masjid Raya Bandung. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa ruang-ruang publik tidak digunakan sebagai tempat tinggal sementara oleh para tunawisma atau PPKS.
Data dan Profil PPKS yang Terjaring
Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Yorisa Sativa, menjelaskan bahwa dari jumlah orang yang terjaring dalam operasi tersebut, mayoritas bukan merupakan penduduk asli Kota Bandung. "Sebagian besar berasal dari luar Kota Bandung, dengan persentase mencapai 75 persen," ujar Yorisa pada Minggu (15/2/2026).
Hingga pagi hari, sebanyak 77 orang telah difasilitasi untuk dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing melalui koordinasi dengan Dinsos Provinsi Jabar. Berikut adalah rincian data PPKS yang diamankan dalam operasi tersebut:
- Jumlah total PPKS yang diamankan: 79 orang
- Persentase penduduk asli Kota Bandung: 25%
- Persentase penduduk luar Kota Bandung: 75%
- Jumlah yang dipulangkan: 77 orang
Komitmen Wali Kota: Ruang Publik Bukan Ruang Pribadi
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa razia ini akan terus dilakukan secara rutin. Hal ini merespons keluhan masyarakat terkait okupasi fasilitas publik seperti taman, trotoar, dan bangunan kosong yang sering dijadikan tempat tinggal sementara oleh para tunawisma.
"Kami memastikan ruang-ruang publik Kota Bandung tidak diokupasi menjadi ruang pribadi. Operasi ini akan terus berjalan karena kami tidak ingin Bandung menjadi kota yang membuat para homeless betah menetap di jalanan," tegas Farhan di Bandara Husein Sastranegara.
Pendekatan "Dibina, Bukan Dibinasakan"
Meski tindakan tegas diambil, Farhan menjamin bahwa Pemkot Bandung tetap mengedepankan pendekatan kemanusiaan. PPKS yang terjaring tidak dilepaskan begitu saja, melainkan melalui proses identifikasi dan rehabilitasi.
"Semuanya kita bina, bukan dibinasakan. Dimasukkan ke rumah penampungan (Rancacili), diperiksa biometriknya oleh Disdukcapil bagi yang tanpa identitas, baru kemudian dipulangkan ke kampung halaman," tambahnya.
Operasi ini melibatkan tim lintas sektor, mulai dari Satpol PP, Dinas Kesehatan, DP3A, hingga unsur KPAD untuk memastikan penanganan anak terlantar dan balita dilakukan sesuai prosedur perlindungan anak.
Target Lokasi Patroli Rutin
Ke depan, Dinsos dan Satpol PP akan memberikan atensi khusus pada titik-titik rawan yang kerap dijadikan pangkalan PPKS menjelang Ramadan, antara lain:
- Kawasan Masjid Agung & Jalan Asia Afrika
- Jalan Sudirman & Pasar Baru
- Simpang Lima & Jalan Tamblong
- Stasiun Timur & Jalan Suniaraja